Waktu
terus berlalu, namun
RIO belum juga
mendapat informasi tentang
keberadaan PUTRI, sementara
PUTRI enggan menjumpai
RIO, karena merasa bersalah
atas peristiwa pemerkosaan
yang dilakukan DENA.
Hari sabtu ,
PUTRI seperti biasa
kerja dan pulang
sekitar jam 21
wib, di hari ini
pula RIO akan
di jemput oleh SINTA
untuk menemaninya, di
sore yang cerah.
RIO sehabis mencuci
motor kesayangan nya
sedang duduk santai
di teras rumah
nya, tidak lama kemudian
SINTA datang, karena
sudah memiliki janji sebelumnya
akan menjemput RIO.
SINTA “ hai
RIO , sepertinya lagi
santai niih “
RIO “
iya SIN, abis
nyuci motor, masuk
deh “
SINTA pun
langsung masuk dan
duduk .
SINTA “
RIO sudah siap
berangkat belum “
RIO “
ayo udah ko “ mereka
pun segera berangkat .di perjalanana
mereka berbincang .
RIO “
emang nya mau
kemana SIN ? “
SINTA “
kita ke PUNCAK , aku ingin
menikmati udara dan
suasana PUNCAK “
setelah mereka
berbincang kesana -
kemari, akhir nya tidak terasa
sudah sampai di
PUNCAK, SINTA memarkirkan mobil
nya di rumah
makan AYAM BAKAR. Mereka langsung
turun dan masuk
ke rumah makan
tersebut.
SINTA “
RIO, nanti sesudah makan, aku
mau ke sana menyusuri
indah nya kebun
TEH “
RIO “
ayo aku juga
ingin menikmati sejuk
nya hawa pegunungan.
Dan mereka
pun sudah selesai
makan.
Mereka
berjalan di jalan
setapak dengan berpegangan
tangan , SINTA yang mengenakan
jaket tebal dengan
tutup kepala, sementara RIO
yang menegenakan jaket
kulit tipis, mereka
menjadi pasangan yang
serasi. Setalah beberapa
puluh meter mereka
berjalan, akhir nya
mereka menemukan tukang
jagung bakar, mereka singgah
untuk memesan jagung
bakar, tukang jagung bakar
yang persis menghadap
ke jalan, SINTA
berdiri menyender pagar
, semantara RIO mengambil
pesanan jagung bakar
yang hanya berjarak
sepuluh meter, RIO dan
SINTA bediri sambil
memandang indah nya
kebun TEH yang
sudah diliputi kegelapan .
SINTA “
RIO ,aku masih
ingin kebersamaan ini , tapi
mulai besok aku
sudah berada di
BALI, AKU SEDIH MENINGGALKAN
KAMU “
RIO menggengam
tangan SINTA yang
begitu putih dan
lembut, seraya berkata
“ SINTA
tidak usah sedih
, karena kan tidak
selama nya , kita masih bisa
berjumpa di waktu
“
SINTA berbicara
dengan terbata -
bata, karena merasa berat
untuk menyampaikan perasaan
cinta nya yang
begitu dalam, tetapi karena
cinta SINTA terhadap
RIO begitu menggebu,
akhirnya SINTA memeberanikan diri
untuk mengungkapkan semua
isi hatinya, hari yang
semakain gelap, SINTA memeluk
RIO seraya berucap
“ RIO, maafkan
aku aku sangat mencintai mu, dan
aku tidak mau
kehilangan mu “
RIO yang
berada dalam dekapan
SINTA berbicara dengan
lirih
“
SINTA sayang,tanpa aku sadari
aku juga telah
jatuh cinta sama
kamu “
mereka saling
menatap begitu mesra,
tapi SINTA tidak
kuat menahan air
mata, setelah tahu
bahwa RIO pun
jatuh cinta kepadanya.
Kesedihan
dan kebahagiaan SINTA
berpadu menjadi satu
dalam keharuan, SINTA
dengan bibir nya
yang tipis mencium
bibir RIO dengan
penuh kenikmatan. Mereka
saling mendekap dan
saling bercumbu. Hari yang sudah
gelap, kini bergnti dengan
merebak nya sinar
lampu - lampu kecil yang
terlihat dari kejauhan, mereka semakin
mesra dan seakan
lupa dengan yang
lain nya, mereka
sedang di mabuk asmara dan
saling mencurahkan gejolak
hati nya yang
selama ini dalam
terkubur.
Malam itu seakan
milik mereka berdua
yang sedang dilanda
cinta, dua insane yang
sedang di mabuk cinta,
saling mengantarkan hasrat
nya yang begitu
tinggi menggelora.setelah itu ,merekapun
kembali ke mobil. Dan
didalam mobil mereka
kembali melanjutkan perbincangan
nya.
SINTA “
oh iya RIO,
sebelum aku berangkat, aku ingin membelikan kamu
sesuatu, sekarang kita ke
CIANJUR “
RIO “
memang nya besok
kamu berangkat jam
berapa ? “
SINTA “ aku
berangkat sore dari
rumah karena jadwal
penerbangan nya jam
19 WIB , dan kalau
bisa aku ingin diantar
sama kamu “
RIO “ iya
aku usakan pasti bisa “
tidak lama
kemudian SINTA memberhentikan mobil nya di sebuah toko.
Mereka langsung turun,
ternyata toko tersebut
adalah toko yang
khusus menjual busana
pria, SINTA langsung
menawarkan kepada RIO .
SINTA
“ ayo
RIO kamu tinggal pilih stelan
jas yang kamu
sukai “
RIO sedikit
terkejut ,ternyata SINTA
ingin membelikan nya
stelan jas seraya
berkata
“
mendingan yang warna
apa yah, udah aja
warna hitam ukuran
M “
setelah itu
mereka kembali ke
mobil.
RIO “
terima kasih ya SIN
atas hadiah nya, tapi
aku ga bisa
kasih kamu apa -
apa “
SINTA “
aku tidak mengharapkan
hadiah dari kamu
RIO, karena kamu sendiri
adalah kado istimewa
dari tuhan buat
aku “
RIO “
terus sekarang kita
kemana nih “
SINTA “
aku ingin membeli
tas, kita beli nya di
HARIMAT super mall aja yah “
RIO “ oke lah
kalau begitu “
Akhir
nya MEREKA sampai
di HARIMAT SUPER
MALL tempat PUTRI
bekerja, RIO dan
SINTA keluar dari
mobil dengan senyum
ceria, SINTA yang
begitu anggun memancarkan
rona kebahagiaan nya,
dan RIO menggandeng
SINTA tanpa kaku, mereka
berjalan dengan penuh kemesraan
tanpa menghiraukan orang
di sekeliling nya. Tidak lama
kemudian SINTA melepaskan
pegangan nya untuk
mencari tas ,
tetapi tiba – tiba RIO tersentak
sangat kaget , karena
mata nya melihat
PUTRI yang selama
ini dia cari,
begitu juga dengan
PUTRI yang sedang memegang
buku sampai buku
nya terlepas dari pegangan
nya karena sangat
kaget ketika melihat RIO sedang
bergandengan mesra dengan
wanita yang lain, RIO dan
PUTRI saling menatap
tajam.
Tanpa
banyak bicara, RIO langsung
menghampiri PUTRI dan
langsung memeluk nya , begitu
juga dengan PUTRI , dia
langsung menyambut dengan
merangkul nya , senyuman
hangat terpancar dari
kedua nya, mereka saling
mendekap erat melepaskan
kerinduan nya. Disaat itu
SINTA sangat kaget, serasa jantung
nya seakan mau
copot melihat lelaki
yang sangat dicintai
nya berpelukan dengan
wanita dihahdapan nya, dada
SINTA terasa sesak
dan kepala SINTA
begitu panas, perasaan
SINTA berubah begitu
drastic, yang tadinya hati
nya sedang ber bunga -
bunga, kini hati nya
hancur berkeping - keeping,
karena SINTA tidak
tahan menyaksikan mereka
, akhir nya SINTA kabur
dan berlari membawa
sejuta kekecewaan.
Di dalam
mobil nya menuju
pulang, SINTA tidak berhenti
menangis, tetapi dalam
kekecewaan nya,SINTA menyadari
bahwa PUTRI yang
sudah sekian lama
memiliki RIO, jadi SINTA
tidak bisa berbuat
apa - apa,
mau marah, harus marah
kepada siapa . SINTA melirik
jas yang baru
di belinya masih
tersimpan dalam jok
belakang. Malam minggu yang
tadinya cerah ,mendadak
jadi kelabu.
Dalam
pelukan RIO ,PUTRI
menagis begitu juga
dengan RIO, dia tidak
kuasa menahan
air mata nya
mereka saling bermaaf
an.
RIO “
jadi kamu bekerja
di sini PUT “
PUTRI “
iya bang, bang sebaik
nya abang tunggu
di depan ,soal nya
sebentar lagi PUTRI
pulang dan PUTRI
mau beres - beres
dulu “
setelah itu
RIO baru sadar
dan teringat SINTA, RIO
langsung mencari SINTA
dan bergegas untuk
ke halaman parkir
mobil, tapi ternyata mobil SINTA
sudah tidak ada. RIO
yang dilanda kebingungan
duduk di atas tembok
pembatas tempat parker
mobil dan motor
,sambil menunggu PUTRI
,RIO menyulut sebatang
rokok nya sambil
merenung.
Tidak lama
kemudian PUTRI datang. “ mereka berjalan
bergandengan tangan sambil
bercerita. Dan mereka singgah
di tukang nasi
goring pinggir jalan,
mereka langsung memesan
,mereka langsung duduk
berhadapan sambil
meneruskan perbincangan nya.
Malam
yang semakin larut, pertemuan mereka
diwarnai dengan sejuta
kebahagiaan, rona bahagia
terpancar dari wajah
keduanya, keletihan PUTRI mendadak
hilang yang sudah seharian
bekerja.
RIO “ PUT,
aku pernah ke
rumah kamu, tapi penghuninya
tidak tahu kamu
pindah kemana, jadi sekalarang
tingal dimana “
PUTRI “
aku beserta keluarga
terpaksa mengontrak rumah
kecil bang, yang hanya
satu kamar , karena aku
tidak mau menikah dengan pak
KODIR akhir nya rumah
di sita “
RIO sangat
sedih mendengar penjelasan PUTRI
RIO
“ terus
siapa lelaki yang
mau perkosa kamu
waktu itu ? “
PUTRI “
itu sebetulnya teman
sma aku, dia menyukai
aku sejak dulu, tapi
aku tidak pernah
merespon nya, hingga suatu hari
dia memaksa aku
untuk mengantarkan pulang, sedikitpun aku
tidak curiga, ternyata dia punya
maksud lain “ ketika aku
berkelahi dengan dia
lantas kamu lari
kemana, ? “
PUTRI “
aku berlari karena
panic bang dan
mau meminta bantuan, ternyata tidak
satu orang pun
yang aku temui, akhir nya aku
pulang subuh baru
sampai ke rumah
” .
Setelah
mereka selesai makan, mereka melanjutkan
lagi perbincangan nya.
PUTRI “
itu bang siapa
wanita yang bersama , kok
kelihatan nya mesra
banget, aku cemburu tahu
“
PUTRI sambil
berlari keluar dari
kedai nasi goreng,
dan RIO segera
menyusul nya.
RIO “
PUTRI tunggu dulu
“
RIO meraih
tangan PUTRI . “
RIO “
sebentar sayang biar
aku jelasin, wanita itu
adalah dokter SINTA yang
yang mobil nya
tabrakan sama motor
abang, dia yang merawat
abang selama abang
di rumah sakit,lantas kamu kemana
saja selama abang
di rumah sakit ?
“
PUTRI “
aku pernah ke
rumah abang, aku pernah
ke rumah sakit,
tapi kita tidak pernah
bertemu “
sambil menangis
PUTRI melampiaskan kekesalan
nya, tapi RIO segera
mengusap air mata
PUTRI dan segera
memeluk nya dengan
erat
RIO “
sudah lah sayang
jangan menangis, yang penting
sekarang kita sudah berjumpa “
PUTRI “
tetapi, tolong abang jujur
sama PUTRI, bahwa abang
mancintai dia kan
? “
mendengar pertanyaan PUTRI, RIO
sangat kaget, karena RIO
benar - benar
mencintai SINTA dan
RIO bingung harus
menjelaskan apa. Mereka
berjalan lagi sampai
akhir nya mereka
menemukan bangku di bawah
pohon taman kota,
mereka pun akhir
nya duduk disana.
Ketika
sedang duduk RIO
yang merasa bersalah,
hanya menundukan kepala nya . bila dijelaskan
apa adanya RIO
takut kalau PUTRI marah
dan meninggal kan nya.
PUTRI “ kok
diam bang, jujur
aja PUTRI gak
bakalan marah kok
“
RIO “ baik lah , abang akan
jujur sama kamu, SINTA
terlalu baik sama
abang, semula abang tidak
tahu kalau dia
mencintai abang, tetapi lama
kelamaan hubungan abang
semakin dekat, dan abang
pun mencintai nya “
mendengar penjelasan
RIO, PUTRI jadi marah
dan berdiri langsung
menampar RIO . PUTRI
“ plak…. Jadi
selama ini abang
pacaran sama dia
“
dan PUTRI
kembali duduk . RIO yang
menyadari kesalahan nya
hanya terdiam sejenak.
RIO “ ya begitulah
PUT, tapi berkali
- kali abang jelasin , bahwa abang
memiliki pacar dan abang
menikahi kamu ” .
PUTRI “ jadi
, dia tahu tentang
aku ? “
RIO “
ya dia tahu, bahkan
aku akan menikah
dengan mu, ya
udah lah sekarang
aku antar kamu
pulang, biar aku sekalian
tahu rumah kamu dan
besok kita lanjutkan
“. Karena hari
semakin malam , akhir nya
mereka pulang.
Setelah
RIO menegetahui alamat
PUTRI, RIO pun
langsung pulang dengan
menggunakan ojek, tetapi ketika
sampai di di rumah
sekitar jam 3 dini
hari,, RIO sangat kaget
karena motor NINJA
MERAH kesayangan nya
sudah tidak ada,
ternyata motor RIO
ada yang mencuri
dengan merusak pintu
belakang rumah nya. Dan
RIO sangat kecewa, dalam
keadaan kecewa RIO belum bisa
memejamkan matanya untuk
tidur walau malam
sudah sangat larut , sudah lah
RIO simalakama dihadapkan
kepada dua pilihan
antara SINTA dan PUTRI, ditambah lagi
memikirkan motor nya
yang hilang lenyap
di ambil pencuri. Pikiran RIO
semakin MUMET, akhir nya
sampai pagi RIO tidak bisa tidur.
Pagi
- pagi RIO
langsung mendatangi kantor
polisi untuk melaporkan
kehilangan motor nya , SETELAH pihak
KEPOLISIAN memeriksa tempat
kejadian dan membuat laporan
kronologis nya, barulah RIO
merasa sedikit tenang
dan akhir nya
RIO bisa tidur
pulas. Ketika RIO sedang
tidur pulas sekitar
pukul 13, telephon RIO
berbunyi, ternyata SINTA
yang menelphon, akhir nya
RIO terbangun dengan
suara telaphon, dan RIO
segera mengankat telphon
nya .
RIO “
hallo SIN “
SINTA “
kamu lagi dimana RIO ?
“
RIO “
aku di rumah SIN,
baru bangun tidur
“
SINTA “
kamu jam berapa
bisa ke rumah
aku , soal nya waktu
nya sudah mepet
banget nih “
RIO “
RIO “ aku
kan gak tahu
rumah kamu, lagi
pula tadi malam
motorku ada yang
mencuri , jadi gimana yah
? “
SINTA “
ya udah kamu
siap - siap
aja, nanti sopir yang
mau mengantar kita
ke JAKARTA, aku
suruh jemput kamu
“ ya baiklah
kalau begitu “.
Setelah itu
RIO bergegas mandi
dan menunggu sopir
yang akan menjemput
nya.
=======================***=======================
Tidak
lama kemudian, sopir
menjemput RIO dan
sekitar jam 14 lewat, RIO suudah
berada di rumah
SINTA yang mewah. SINTA
langsung menyambut kedatagan
RIO dengan sangat
ramah. SINTA “
yuk RIO masuk, duduk
dulu yah aku
mau ambilkan minum “ RIO
yang duduk di ruang
tamu melirik kekiri
dan ke kanan melihat
seisi rumah yang
pernak - pernik nya
merupakan barang -
barang mewah, tidak lama
kemudian SINTA datang
dengan membawa secangkir kopi,dan langsung
duduk di sopa
yang empuk.
SINTA “ kita
masih ada waktu
luang RIO, itu jas
kamu “
RIO memotong
pembicaraan SINTA yang belum
selesai
“ SINTA
kamu masih marah
yah, atas semalam, maafin
aku yah “
SINTA berdiri
dan langsung duduk
di pingggir RIO.
SINTA
“ RIO,
aku memang marah,
tapi hanya bisa
marah terhadap diri
sendiri ,kenapa aku
mencintai kamu “
RIO “
akupun sama hanya
bisa marah kepada
diri sendiri, kenapa
mencintai dua wanita,
SEMENTARA AKU TIDAK
INGIN MENYAKITI KEDUA
NYA “.
SINTA “ jadi
semalam kamu mengantar
PUTRI “
RIO “ iya
SIN, baru sekarang aku
tahu tempat tinggal
nya “ .
SINTA “
kita ke ruangan atas
yuk, pokok nya hari
ini aku ingin
bahagia bersama mu “
dan mereka
pun segera keruangan
atas , ternyata SINTA
mengajak RIO untuk berkaraoke, SINTA langsung menyalakan
audi home teathre
nya, sejenak mereka terhanyut
oleh lantunan lagu
nya MARIAH CAREYY
yang berjudul WITH
OUT YOU . setelah itu mereka
berbincang,
SINTA “
oh ya RIO, kamu
senang nya bawain lagu
apa? “
RIO “ ah
aku gak bisa
nyanyi SIN “
SINTA “ ah
biarin suara jelek juga
,aku pengen banget dengar suara
kamu nyanyi, karena meras
dipaksa akhir nya RIO mau
juga nyanyi walau
hanya dengan suara
pas - pasan.
SINTA
membawakan lagu KOTAK yang berjudul PELAN – PELAN SAJA, sementara RIO
membawakan lagunya ARI
LASSO yang berjudul hampa, karena
RIO merasa suka
dengan suasana KARAOKE, akhir nya RIO membawakan
beberapa buah lagu favorit nya, di antara nya
lagu KEHILANGAN album
nya FIRMAN, dan
masih banyak lagi, SINTA
sangat bahagia hari
itu, karena bisa melepaskan
beban kepenatan hidup
nya, yang sebagai
dokter serta pebisnis, penuh dengan kesibukan.
Setelah mereka berdua merasa cape
berkaroke merekapun kembali
berbincang dalam suasana
hening. SINTA yang duduk di
sebelah RIO berkali
- kali meneguk minuman lemon tea
nya, sementara RIO merokok dan
menikmati secangkir kopi
mocacino nya, mereka
saling bergurau dengan
mesra. Mata mereka saling
menatap dengan penuh
ketulusan.
RIO
“ ternyata kamu
selain dokter suaranya nya
bagus juga yah
“
SINTA “
ah biasa aja
kali, malah aku
kagum dengan suara
kamu “
RIO sambil
memeluk SINTA berucap
“
SIN, aku
gak pernah menyangka
bakal ketemu kamu
dan jatuh cinta
“
SINTA “
iya aku juga
sama sebelum nya tidak
pernah tahu bakal
ketemu kamu dan
akhir nya jatuh
cinta,waktu itu, kamu
pulang dari mana
sewaktu terjadi kecelakaan
“
RIO
“ aku
sepulang mengantar PUTRI
yang mau bunuh
diri direl kereta api,
sepulang dari rumah PUTRI
, aku sempat
melamun, sehingga tidak pokus
mengendarai motor, yang aku
ingat terakhir kali
ada kilauan cahaya
yang menyilaukan dan
tubuhku seakan ada
yang menghantam,eh tahu –
tahu aku sudah berada di rumah sakit , terus
kamu waktu itu
mau kemana ? “
SINTA “ oh
ternyata kamu melamun yah,
aku hendak ke
BANDUNG , tiba- tiba aku
terima telphon dari rekan
kerjaku, aku berbicara di
telephon dan dalam
kecepatan tinggi aku
tidak bisa menghindarkan mobil
ku, terjadilah tabrakan dengan
motor mu “.
Waktu
semakin sempit, berkali
- kali SINTA
melihat jam karena waktu
pertemuam dengan RIO
hapir usai. SINTA “ RIO
sebentar lagi kita
berangkat , aku sangat mencintai
mu “ SINTA memeluk
RIO dan menciumi
bibir RIO, seaakn tidak mau melepaskan
dekapan nya, mereka saling
bercumbu diatas sopa
yang empuk. Walau pun mereka
masih asik bercengkrama tapi sudah
waktu nya berangkat
ke BANDARA, akhir nya mereka
pergi , berangkat ke
BANDARA JAKARTA dengan diantarkan sopir
dari pelayanan rumah
sakit nya.
Selama
perjalanan ke BANDARA
didalam mobil mereka
berpelukan dan bercumbu
seakan tidak mau
terpisahkan. Akhir nya mereka sudah
sampai di BANDARA
, SINTA dan
RIO segera turun
dari mobil, mereka
saling menatap, RIO “
selamat jalan sayang, “
SINTA menagis , air mata nya
bersimbah mengalir begitu derastis
karena tidak mau berpisah
dengan RIO, sinta mendekap tub RIO
yang kurus .SINTA
“ RIO jagalah
dirimu baik - baik
dan jagalah juga
PUTRI “ setelah mereka
bertatapan muka yang terakhir kali, akhir nya RIO
pulang dengan sopir
nya setelah melepas
kepergian SINTA , dalam perjalan
pulang RIO terharu
dengan kata - kata
yang di luncurkan SINTA
yang menyuruh menjaga
PUTRI.
Setelah
dua minggu dari
kepergian SINTA, RIO baru
mengunjungi PUTRI, karena RIO
merasa malas berangkat
kesana - kemari
karena motor nya
tidak ada , RIO pergi ke tempat
kerja nya PUTRI dengan menggunakan
angkutan umum, dan akhir
nya RIO bertemu dengan
PUTRI setelah PUTRI pulang kerja,
RIO mengajak PUTRI
mampir di bakso SINAR,
sambil menikmati bakso
mereka bercengkrama .
RIO
“ PUT, maafin abang yah, abang
baru bisa temui
kamu sekarang “
PUTRI “
emang nya selama ini, abang
kemana aja ? “
RIO “
abang jarang kemana
- mana karena motor
abang hilang “
PUTRI kaget
mendengarkan penjelasan RIO .
PUTRI
“ hah, motor nya hilang,
kapan bang ? “
RIO
“ sewaktu abang
pulang dari rumah
kamu “ .
PUTRI “ jadi
abang kapan mau
nikahin PUTRI ?,
RIO “
justru itu PUT , tadinya ABANG
INGIN SEGERA MENIKAHI
KAMU, tapi abang belum
punya biaya untuk
pernikahan nya, abang
berencana mau meminjam
ke BANK, sebagian
untuk biaya nikah
sebagian lagi untuk
biaya renopasi KOST
an yang sudah
pada rusak. “
PUTRI
“ iya bang
PUTRI udah gak
sabar ingin hidup
bersama abang “.
Setelah itu
merekapun pulang.
=======================***=======================
Dengan
semangat , RIO segera mempersiapkan
segala persyaratan nya
untuk meminjam uang ke
BANK, karena ingin segera
menikahi PUTRI. setelah RIO
mengajukan pinjaman ke BANK
sebanyak 400 juta, dengan
agunan sertipikat rumah dan kost
an, akhir nya
setelah fihak BANK
mengadakan survey ,ternyata
hanya disetujui 350
juta. Dan RIO pun
menyetujui untuk
jangka pinjaman selama
2 tahun .
Hari yang
naas , waktu itu
hari senin ketika RIO
mau mengambil uang
pinjaman nya dari BANK , RIO
sempat berfikir apakah
hanya akan mengambil
untuk biaya nikah
saja atau mengambil
semuanya. Akhir nya RIO
tanpa fikir panjang
mendapat kesimpulan untuk
menarik semuanya, dan akan
dititpkan kepada PUTRI.
setelah RIO mengambil
UANG dari BANK
BJB cabang SUKABUMI.
Tanpa RIO sadari
, ternyata RIO diikuti
oleh lima orang
perampok yang yang
mengggunakan tiga motor, dengan
Santai RIO berjalan
dengan membawa uang nya
dalam tas yang berukuran besar, RIO
segera naik ANGKOT
untuk ke terminal bis,
untuk selanjut nya mau
naik bis ke
CIANJUR dengan tujuan
mau langsung ke
rumah PUTRI.
baru saja RIO sampai
termilnal dan RIO
turun dari angkot
tiba- tiba seorang
lelaki yang mengaku
tukang ojek menawarkan
jasanya.
TUKANG OJEK
“ bang, bang ojek
bang “
RIO
“ ah
tidak bang ,saya
mau naik bis
ke CINJUR “
TUKANG OJEK “ tidak
apa -apa ke CIANJUR juga
saya antar, daripada
kalau naik bis
lama“
sejenak RIO
berpikir benak RIO mengatakan,
“
iya juga yah
kalau naik ojek bisa
cepat “
tanpa curiga
sedikit pun, akhir nya RIO
menaiki motor ojek
itu.
Rupanya para perampok
itu sudah merencanakan
dengan matang, dengan alas an
memotong jalan, akhir nya
RIO dibawa ke
tempat yang sepi,
EMPAT orang dengan dua
motor di belakang sudah mengikuti,
setelah motor yang
di tumpangi RIO
berhenti, dua MOTOR DI
BELAKANG PUN BERHENTI.
RIO “
bang kenapa berhenti
disini ? “
TUKANG
OJEK “ alah jangan
banyak bacot “
tukang ojek
itu langsung merebut
tas RIO, RIO mempertahankan dengan
sekuat tenaga, mereka
saling menarik tas tersebut
sampai talinya putus , RIO sambil
meronta dan berteriak
RAMPOK, RAMPOK, tetapi kelima
kawanan perampok itu
menghajar RIO habis
- habisan, setelah RIO kehabisan
tenaga karena di keroyok oleh
lima orang,akhir nya
RIO pingsan terkapar di pinggir
jalan yang sepi.
setelah itu kelima
kawanan perampok dengan
leluasa meninggalkan RIO
yang terkapar lemah
dan menggondol uang
350 juta. Hari menjelang
sore RIO belum
juga sadarkan diri, sampai
pada akhir nya
RIO ditemukan oleh
seorang bapak -
bapak ,dan bapak- bapak
itu segera membawa
RIO ke rumah nya yang kebetulan
tidak jauh dari
tempat kejadian.
Hari
menjelang magrib, RIO
baru siuman dari
pingsan nya .setelah RIO
menceritakan kepada bapak
- bapak yang menolong
nya , akhir nya
bapak- bapak tersebut
merasa kasihan dan
menyuruh anak nya
untuk mengantarkan RIO dengan
motor nya, akhir nya RIO diantarkan pulang
oleh anak nya ke rumah
RIO, dan tidak lama
RIO sudah sampai
di rumah nya.
Dalam
keadaan sakit, setelah dihajar oleh
perampok, RIO terbaring lemas
di rumah nya
tanpa ada satupun
yang menemaninya, ke esokan
harinya RIO terpaksa tidak
masuk kerja, pikiran
RIO semakin kacau, HP
pemberin SINTA pun
entah JATUH DIMANA
KETIKA DIRAMPOK. Sementara SUDAH
SEKIAN HARI PUTRI
menunggu kabar dari
RIO, belum mendapatkan kabar
juga.
Waktu
berjalan begitu cepat, hari
demi hari dan
bulan demi bulan
terus berganti, kehidupan RIO
semakin terpuruk , RIO jadi
enggan menjumpai PUTRI
karena RIO merasa
prustasi meikirkan ansuran
yang harus dibayar setiap
bulan ke BANK, karena
fihak BANK tidak
mau tahu dengan
musibah yang menimpa
RIO, hubungan RIO
terputus dengan SINTA
maupun PUTRI, begitu
juga dengan keberadaan
PUTRI yang serba
terbatas, sudah lama tidak
bisa mengunjungi RIO, PUTRI
yang hanya memiliki
gaji kecil diperbantukan untuk
membiayai keluarganya, sementara
pak HASAN ayah
nya PUTRI hanya
mengandalkan jualan es
keliling untuk menghidupi
keluarga nya .
keadaan RIO
dan PUTRI sedang
sama – sama terpuruk, untuk sementara
RIO menangguhkan pernikahan
nya dengan PUTRI. RIO
lebih berkonsentrasi bagaimana
cara nya bisa membayar
hutang kepada BANK.
Berbulan - bulan
RIO belum menemukan
solusi untuk bisa
membayar angsuran BANK,
dep kolektor BANK sudah berkali – kali mendatangi
RIO untuk menanyakan
angsuran, RIO semakin bingung
sementara KOST an nya
satu kamar pun
tidak berisi, akhir nya
dalam enam bulan
RIO tidak juga
menemukan jawaban, sehingga
akhir nya RIO
menyerah dengan terpaksa, fihak BANK
menyita rumah RIO
beserta KOST an nya. RIO
hanya bisa pasrah
kepada keadaan, akhir nya
kini RIO yang
KOST sama orang
lain, RIO nge KOST
di belakang bakso
YONO CIMANGKOK , hanya sebuah
computer yang tersisa
yang di bawa
RIO ke KOST an
nya.
RIO
memulai hidup baru, mau
tidak mau RIO harus melanjutkan
hidup nya. RIO seperti
biasa masih bekerja
di pabrik GSI , setiap
hari RIO berjalan
kaki pulang dan
pergi ke pabrik, badan
RIO semakin kurus, tetapi kendatipun
demikian RIO masih
tetap tegar menghadapi
hidup, sehari – hari RIO tidak
memiliki kesibukan, sepulang
kerja, RIO hanya MENCURAHKAN
, semua isi hatinya
dalam computer nya. Dalam
hidup nya seorang diri
RIO hanya mampu
pasrah.
Suatu
hari RIO sakit ,
badan nya demam
tinggi , RIO menggigil di kamar
KOST an nya
seorang diri, teman -
teman nya tidak ada
seorang pun yang mengetahui kalau
RIO sedang sakit
parah, RIO yang keadaan
nya lemas hanya
mampu memandangi langit – langit kamar yang
sudah mulai di penuhi
sarang laba - laba, RIO
minum air putih
yang di sediakan nya
beberapa botol sebelum
RIO sakit, tubuh
RIO semakin lemah, karena
demam nya sangat
tinggi, RIO sudah hamper
satu minggu tidak
masuk kerja, dan
tidak ada kabar
ke pabrik, tubuh nya
tergolek lemas diatas
kasur yang di
gelar di atas lantai.
Sudah satu bulan
SINTA baru pulang
dari BALI, suatu sore
SINTA sangat rindu
kepada RIO, dan ingin
segera berjumpa dengan
nya , setelah tujuh
bulan SINTA tidak mendengar celoteh,tawa
dan tidak melihat
senyum RIO yang menawan, tanpa pikir
panjang SINTA dengan
FORTUNER baru nya ,melaju
ke rumah RIO.
SINTA langsung menghampiri rumah
RIO yang sudah
berubah dari keadaan
yang dulu, kini rumah itu
berpagar tinggi, sehingga SINTA
tidak bisa langsung
masuk seperti dulu , SINTA
segera menekan tombol
bel yang ada di pinggir pagar,
tidak lama kemudian
ada seorang lelaki yang
masih muda menghampiri
SINTA.
SINTA “
maaf, de saya
mau Tanya apakah pak
RIO nya ada, ? “
lelaki MUDA
“ maaf bu disini
tidak ada yang nama nya
pak RIO “
SINTA “
memang nya yang
tinggal di rumah
ini siapa ? “
LELAKI MUDA “
disini pak DANI
dan ibu NIA, dan
saya anak nya “
SINTA
“ kalau begitu
dullu yang tinggal disini ,pindah
kemana yah ? “
LELAKI MUDA “
maaf bu saya
tidak tahu “
SINTA “
kalau begitu saya permisi,
terima kasih”
dengan sangat
bingung SINTA sejenak
tertegun.Dalam kebingungan nya, SINTA
melangkahkan kaki nya
secara perlahan, sebelum pulang
pulang SINTA penasaran untuk menanyakan
kepada tukang rumah
makan padang.
SINTA “ maaf
pak, saya mau numpang
Tanya , bapak kenal sama
pak RIO tidak ? “
TUKANG
NASI “ mungkin maksud
ibu pak SATRIO
YANG SATPAM bukan? “
SINTA” iya
betul pak pak SATRIO
itu “
TUKANG NASI “
oh belakangan ini
saya jarang melihat, biasanya dia
sering makan disini, pokok
nya setelah dia
pindah dari rumah nya
jarang kesini “
SINTA “ maaf
pak, dia pindah
kemana yah ?
TUKANG NASI
“ terakhir kesini
dia cerita , katanya
dia nge KOST
di CIMANGKOK belakang
bakso YONO. “
SINTA “ kalau
CIMANGKOK itu dari
sini kemana ya
pak, ? “
TUKANG NASI
“ paling dari sini
sekitar satu kiloan
lah”
SINTA “
terima kasih pak ,saya mau
langsung kesana ”
SINTA segera naik
PORTUNER PUTIH NYA dan
langsung ke alamat
KOST RIO. Setelah SINTA
turun dari mobil, SINTA
langsung menanyakan kepada
tukang bakso,dan tukang
bakso itu kebetulan kenal
dengan RIO dan
menunjukan kamar nya. Karena
kamar RIO tidak
terkunci, SINTA yang sudah
teramat rindu langsung
mengetuk pintu, tapi
dalam keadaan sakit , RIO tidak
sangggup menjawab, akhir nya
SINTA langsung masuk.
Ketika
masuk SINTA sangat
kaget melihat keadaan
RIO yang kritis, SINTA segera
mencari bantuan UNTUK
mengangkat tubuh RIO
ke mobil nya, dan SINTA
segera membawanya ke rumah
sakit HERMINA, RIO
yang sudah mau meninggal segera
di infus, SINTA begitu
panic, keadaan RIO begitu
kritis, setelah di cek kedokteran
ternyata RIO terserang
DBD, RIO tidak tahu
entah dimana dirinya
di sengat nyamuk
anopheles .
Berkat
penanganan yang intensif,
akhir nya RIO
pulih dan kesehatan
nya membaik. SINTA pun
tersenyum bahagia setelah
melihat RIO sehat
kembali. Setelah kurang
lebih satu minggu RIO dirawat
di rumah sakit, akhir nya
RIO pulang dengan
diantarkan SINTA ke
rumah KOST an
nya. Di KOST an
mereka bercakap – cakap.
RIO “ SIN,
terima kasih kamu
sudah menolongku berkali –kali, mungkin kalau
kamu gak datang
waktu itu, aku sudah
meninggal, tapi Alhamdulillah kamu
datang “
SINTA “
iya sama - sama, lagi
pula aku sangat
kangen sama kamu , itu gimana
ceritanya kamu jadi
tinggal disini ?“
RIO “
wah ceritanya sangat panjang
SIN, “
SINTA “
ya udah cerita
nya nanti saja, sekarang aku
mau ajak kamu
jalan – jalan dengan mobil
baru aku “
RIO “
alhamdulilah kamu udah
nambah mobil baru “
SINTA
“ iya maka nya
aku pengen ngajak kamu jalan
setelah itu kamu
ke rumah aku , karena
aku bawain oleh – oleh dari BALI
buat kamu.
Mereka pun
akhir nya pergi ke
selabintana.
=======================***=======================
SINTA
menjalankan mobil nya
dengan pelan dan tidak
terasa mereka sudah sampai
ke SELABINTANA, SINTA segera
memarkirkan mobil nya
di pelataran parker
taman bunga, mereka berdua
segera turun dan
memasuki taman bunga, mereka berpegangan
tangan dengan mesra, setelah lama
mereka berjalan – jalan menyusuri taman
yang penuh dengan bunga - bunga
yang sangat indah, merekapun duduk
berdampingan di atas rumput kasur
yang tebal, sambil
berbincang.
SINTA “
RIO, bagaimana hubungan
kamu sama PUTRI ? “
Dalam
hati RIO “ aku gagal
menikah sama PUTRI, semenjak aku
dirampok, sampai sekarang aku
belum pernah bertemu
lagi”
aku sengaja
tidak menyampaikan kabar
buruk kepadanya
“tadinya uang
yang ku pinjam dari
BANK, untuk biaya pernikahan
dan renopasi KOST
an , tapi semua uang
nya di rampok dalam
perjalan pulang, aku di
hajar habis - habisan oleh lima
orang perampok “
mendengar penjelasan
RIO, SINTA sanagat sedih, RIO
tak sadar berurai
air mata, dan SINTA
segera mengusap air
mata RIO sambil memeluk nya “
SINTA “ biarlah, kamu jangan
berkecil hati, semua itu
adalah sebuah ujin
hidup “
RIO “
semenjak itu kehidupan
aku dan kehidupan
PUTRI sangat terpuruk ” .
SINTA “ RIO,
sebagai wanita aku
merasakan perasaan PUTRI, tetapi aku
juga sama mencintai
kamu, dan akupun ingin
menikah dengan kamu “
RIO “
maaf SINTA, bukan nya
aku menolak dengan
permintaan kamu, aku tahu
diri, aku hanyalah seorang
satpam, yang tidak punya apa – apa, sementara kamu adalah
seorang dokter yang
kaya raya, status kita jauh
berbeda “
SINTA “ tolong
RIO, dalam hal ini jangan
bawa – bawa status, ini masalah perasaan, masalah
hati, jika aku menginginkan
harta, tidak sedikit rekan
dokter ku yang
mengajak aku menikah, tapi sedikitpun aku tidak
mencintainya “
RIO “ iya
tapi bagaimana dengan
PUTRI, yang setelah sekian
lama menungguku, dia rela
kehilangan rumah nya, karena dia
lebih memperjuangkan aku
dan aku tidak mau
menghianatinya “
SINTA “
memang nya bagaimana dengan
PUTRI “
RIO “
begini SIN, orang tua
PUTRI memiliki hutang
kepada rentenir sebanyak
300 juta, rentenir
itu tidak akan
menyita rumah nya
dengan syarat bisa menikahi
PUTRI, tetapi PUTRI tidak
memilih nikah dengan
rentenir itu walaupun
harus kehilangan rumah nya “
SINTA “ terus
sekarang dia tinggal
dimana ?
RIO “
dia beserta keluarganya
mengontrak rumah kecil
yang hanya satu kamar , aku kasihan
sama dia “
setelah mereka
berbincang banyak, merekapun
selvi - selvi
mesra. Dan setelah itu
mereka pulang ke
rumah SINTA.
Di
rumah SINTA , RIO hanya duduk
terdiam, karena RIO dihadapkan
kedua pilihan yang
sangat rumit, harus memilih
antara SINTA dan
PUTRI. tidak lama kemudian
SINTA turun dari
kamar nya dengan gaun
hitam yang sangat
menawan.SINTA langsung duduk
berhadapan dengan RIO .
SINTA “
RIO , kok
kamu bengong aja, kamu
bingung yah ? “
RIO “
iya SIN , udah yuk
antar aku pulang
“
SINTA langsung
berdiri dan duduk disamping
RIO sambil berkata
“ RIO, sayang
sabar dong, aku kan belum selesai bicara, begini semua
nya sudah aku pertimbangkan, bagaimana jika
hutang orang tua
PUTRI aku bayarin
kepada rentenir itu, biar
PUTRI dan keluarga
nya bisa kembali ke
rumah nya, setelah itu
kamu segera menikah
dengan aku “
RIO sungguh
kaget dengan penjelasan
SINTA .
RIO “
maaf SINTA, aku belum bisa
memutuskan hal ini, aku
harus bicara dengan
PUTRI”. setelah itu RIO
diantarkan pulang oleh
SINTA.
Keesokan
harinya RIO langsung
menemui PUTRI ke
rumah kontrakan nya, ketika
RIO datang ,PUTRI
sangat kaget dengan
kedatangan RIO yang
sudah hampir tujuh
bulan tidak bertemu, di depan rumah
kontrakan nya mereka
saling berpelukan melepaskan
kerinduan nya masing – masing yang
sudah sekian lama
kerinduan itu terkubur
begitu dalam .
RIO “
PUTRI bagaimana keadaan
mu, kamu semakin
kurus “
PUTRI “
aku menderita bang,
bapak aku sakit -
sakitan, jadi aku yang
menjadi tulang punggung
keluarga “
RIO “
sebaik nya kita
ngobrol di luar
yuk sambil mencari
angin segar ”.
dan merekapun
pergi dengan ANGKOT
menuju rumah BIBI NYA
RIO, yang tidak terlalu jauh
dari rumah PUTRI, setelah sampai
di rumah nya BIBI RIO, RIO
pun memperkenalkan PUTRI
kepada bibi nya
itu, mereka berbincang di
ruang tamu.
Suasana
rumah bibi RIO
yang begitu adem, membuat
mereka semakin akrab , karena sikap
bibi nya RIO
yang begitu ramah, setelah bibi
RIO menyodorkan dua cangkir
teh manis, bibi
RIO pun kembali ke
dapur.
RIO “ PUT,
sebelum nya abang
mau minta maaf, karena abang
begitu lama meninggalkan
kamu “
PUTRI “
iya bang memang nya
kenapa ?, PUTRI hamper
putus asa menunggu
abang yang menghilang begitu
saja, PUTRI telphon gak
pernah nyambung “
RIO “
justru itu PUT, abang
sengaja tidak kasih tahu PUTRI, abang
pikir jika kamu
di beri tahu akan
menambah penderitaan kamu saja, makanya
lebih baik abang
bungkam “
PUTRI “
aku mengira abang
sudah menikah dengan wanita
lain,sehingga begitu tega
meninggalkan aku “
RIO “ sayang
dengarkan aku dulu, aku
terkena musibah ,sama dengan
rumah kamu, sekarang abang nge
KOST, rumah dan KOST
an abang disita ,abang mohon kamu mengerti
dengan keadan abang”
PUTRI “
emang nya kenapa
bang, kok bisa begitu
“
RIO “
ah ceritanya sangat
panjang PUT “
PUTRI “
terus bagaimana hubungan
abang sama SINTA ? “
RIO
“ justru
itu, abang bingung PUT, dia
mau melunasi hutang
ayah kamu katanya,
biar kamu beserta
keluarga bisa pindah
lagi ke rumah
itu, tetapi SINTA ingin
MENIKAH sama abang, dan
abang tidak bisa
memutuskan hal itu “
mendengar penjelasan
RIO , PUTRI hanya
bisa menagis . PUTRI kembali
dihadapkan kepada sesuatu
yang berat, PUTRI menghadapi
SIMALAKAMA, disatu sisi PUTRI
ingin kembali ke
rumah nya , karena sudah
tidak sanggup berdesakan dengan
keluarganya lagi pula
setiap bulan harus
membayar kontrakan nya,
tetapi disisi lai PUTRI
tidak mau kehilangan
RIO yang sangat
dicintai nya. PUTRI dengan lirih
berkata
“ bang,
PUTRI tidak bisa
memutuskan sepihak, silahkan abang
yang memutuskan yang
terbaik, PUTRI akan ikut
keputusan abang “
RIO sambil
memeluk PUTRI yang
dalam keadaan menangis
berucap
“
PUTRI ,abang sungguh
berat memutuskan hal
ini, bagaimanapun juga kamu
pasti sakit hati
melihat abang menikah
dengan wanita lain “
PUTRI , iya
sih bang “
RIO “
kamu sabar aja, jodoh tidak akan
kemana, tapi abang gak
tega lihat kamu
tinggal dalam sebuah
kontrakan yang sempit, dan setiap bulan
nya harus dibayar
lagi “
PUTRI “
hidup ini memang
ujian bang, PUTRI
pasrah akan menerima
semua nya, termasuk
harus kehilangan abang
“
RIO “ untuk
sementara kamu harus
rela kehilangan abang,
abang harus memutuskan
secepat nya, kita setujui
janjinya SINTA, biar
kamu sekeluarga bisa
kembali ke rumah
kamu, abang tahu
persis hati nya
SINTA ,dia begitu baik,
kamu tinggal sabar
aja “
PUTRI “
jadi bagaimana bang ? “
RIO “ besok sore
abang abang akan ke
rumah SINTA untuk
memastikan pertolongan nya
buat melunasi hutang
bapak kamu, setelah
itu abang akan
jemput kamu untuk
pergi ke rumah
pak KODIR bandot
tua itu “.
PUTRI “
tapi abang tetap
akan menikah dengan
SINTA “
RIO “ iya
, abang tidak ada
pilihan lain. Setelah
mereka selesai merumuskan
masalah, merekapun langsung
pulang.
=======================***=======================
Ke esokan harinya Sepulang
kerja, RIO meminjam
motor teman nya
untuk pergi ke
rumah SINTA . RIO
memacu kendaran nya
sanagt cepat, karena
setelah itu harus
segera ke CIANJUR, akhir nya
RIO sampai di rumah
SINTA sekitar pukul
15 wib lewat, RIO
langsung menekan bell
rumah SINTA, dan tidak
lama kemudian SINTA
membuka pagar rumah
nya, karena kebetulan
pembantunya sedang masak di dapur.
SINTA “ eh
RIO,ayo masuk bawa
motor nya ke dalam
RIO pun langsung
masuk yang disambut hangat oleh
SINTA. RIO langsung
duduk di ruang
tamu, sementara SINTA
pembantu untuk membuatkan
kopi,dan SINTA langsung
duduk berhadapan.
SINTA
“ kok
masih seragam kerja
RIO “
RIO
“ iya
SIN, dari kerjaan langsung
kesini gak sempat pulang
dulu
“tidak lama
kemudian kopi pun
datang .
SINTA “
tuh RIO, kopi nya di
minum, gimana RIO, apakah kamu
sudah berbicara sama
PUTRI “
RIO
“ sudah
SIN, dia tidak punya
pilihan lain, dia
merelakan pernikahan kita, asal
dia bisa kembali
ke rumah nya beserta
keluarganya, tapi SIN kan
UANG 300 juta
bukan uang yang
jumlah nya kecil
untuk melunasi hutang bapak
PUTRI “
iya sih, tapi
tidak seberapa jika
aku harus kehilangan
kamu, kapan uang
nya harus aku
transper ? “
RIO
“ ya
mungkin besok lah,
karena aku harus
meminta dulu nomor
rekening pak KODIR
itu, dan sekarang aku
rencana nya mau
ke rumah pak
KODIR sama PUTRI
“
SINTA “
oh begitu, jadi setelah
itu kita bisa
menikah secepat nya
yah, kita sudah semakin
tua RIO “
RIO “
tapi aku jadi
malu SIN, aku tidak
punya biaya sedikit
pun “
SINTA” kamu
tidak usah memikirkan nya
RIO, semuanya aku yang
tanggung.
Setelah itu RIO
langsung berangkat ke
rumah PUTRI. PUTRI
yang sedang resah , pikiran nya
tak tentu arah
mau - tidak
mau harus kehilangan
RIO, walau batin nya
menangis, tetapi PUTRI
tetap tegar menghadapi
semua ini, ketika PUTRI
sedang merenung, tiba – tiba
pintu nya ada
yang mengtuk, dan PUTRI
lansung membukanya, ternyata
RIO sudah datang
menjemput PUTRI .
RIO
“ PUT, ayo kita
ke rumah pak
KODIR “
PUTRI “
iya bang “ dan
PUTRI pun langsung
naik ke boncengan
nya RIO, mereka langsung
menuju rumah pak
KODIR, rumah pak KODIR
yang berada di
area CIANJUR tidak
jauh dari kediaman
PUTRI, tidak lama kemudian
mereka sampai di
rumah pak KODIR . RIO
langsung mengetuk pintu
rumah nya, dan
tidak lama kemudian
pak KODIR membuka
pintu, mereka hanya berbicara
di teras rumah .
pak KODIR “ ada
keperluan apa yah ?
RIO “
maaf pak, kedatangan
saya mau membicarakan masalah
rumah pak HASAN
yang bapak sita
“
pak KODIR
“ ya jadi
maksud nya bagaimana ?
“
RIO “
saya akan segera
menebus nya , dan
saya minta nomor
rekening bapak, agar uang
bisa saya transper “
pak KODIR
“ oh begitu, sebebtar saya
ambil dulu nomor
rekening saya “.
Setelah mereka
mendapat nomor rekening
pak KODIR , merekapun segera
pergi. Dalam perjalanan mereka
pun berbincang .
PUTRI “
sekarang kita kemana
bang ?
RIO ” abang
agak laper nih
PUT, enak nya makan
dimana yah ? “
PUTRI “ udah
lah cari basko
aja PUTRI mau
bakso “
akhir nya
RIO memberhentikan motor
nya di depan
bakso urat MALANG. Mereka pun
langsung memesan, RIO membukakan
teh botol buat
PUTRI. mereka menikmati
bakso yang masih
panas. RIO yang
makan nya lebih
cepat langsung minum
teh botol dan
menyulut rokok nya,
sambil merokok, RIO
menatap wajah PUTRI
yang putih, alis tebal
dan hidung nya
yang mancung, seakan - akan RIO
tak jemu untuk
memandang nya, sementara
sorot mata PUTRI
yang tajam, sejenak
menatap RIO, dan
kembali mengunyak bakso
yang sangat enak.
Setelah mereka
beres, RIO segera membayar
nya, dan RIO mengeluarkan
kain hitam dari
saku nya.
RIO “ PUT,
sekarang abang akan
mengajak ke suatu
tempat, tapi abang ingin
mata kamu ditutupi
“
PUTRI “ emang
mau kemana bang ?
”
RIO
“ udah sekarang naik
motor dulu, dan PUTRI
pun langsung naik motor. RIO
memasangkan tutup mata
dengan kain hitam , dan
PUTRI hanya menuruti
saja
“
RIO
“ sebelum sampai
jangan dulu di
buka yah sekarang kita
berangkat”
RIO segera memacu
motor nya dengan kecepatan sedang, sementara dibelakang,
PUTRI yang mendekap
erat pinggang RIO, benaknya bertanya- Tanya ‘ mau
di bawa kemana ‘
PUTRI “
bang masih jauh enggak ? “
RIO “ ya
masih lah, namanya juga mau ke ujung
dunia “
mendengar jawaban
RIO, PUTRI sedikit kesal
dan mencubit perut
RIO
RIO “ aduh……aduuh, udah dong
nyubit nya, udah deket
kok “.
Setelah
melewati jalan yang
berkelok - kelok, PUTRI yang
sudah merasa kesal, tidak
bisa melihat apa – apa, akhir nya
sampai juga tempat
yang di tuju
RIO. RIO langsung mematikan
mesin motor nya dan
turun. Sambil membuka
tutup mata ,
RIO “ nah
PUT udah sampai,
kamu masih ingat gak
tempat ini ? “
ketika
tutup matanya di
buka , PUTRI terbelalak ,senyum bahagianya
terpancar dari rona
wajah n ya yang anggun
seraya berkata
“
aku takan pernah
lupa tempat ini
bang, disinilah ketika
cintaku sama abang
mulai tumbuh, dan disinilah
abang pertama kali
cium aku, setelah PUTRI
melihat sekeliling “
PUTRI “
disana aku melihat
WATI dan DERI
yang memotret kita
berdua . ternyata tempat
itu adalah GUNUNG
PADANG situs megalith, dimana mereka
pertama kali saling
menanam bibit cinta nya.
RIO “
PUT , sebelum naik , kita beli
minum dulu yuk “.
Setelah mereka membeli
minuman dan makanan
ringan mereka pun
bergandengan tangan untuk
naik ke atas GUNUNG
PADANG. Mereka mulai menaiki
tangga demi tangga,
dan keduanya ter engah
- engah kecapean, karena
tangga itu semakin
ke atas semakin
menanjak. Tangan RIO yang memegang
tangan PUTRI yang putih
dan berbulu seakan tak mau melepaskan nya.
Tangga
demi tangga terus
dilaluinya, sehingga akhir nya
mereka sampai di puncak
dengan nafas yang
ngos – ngosan. Dan dibawah pohon
yang rindang mereka
langsung duduk saling
membelakangi beradu punggung. RIO segera
meminum MIZON nya
dan PUTRI segera
meminum POCARI SWEAT nya, sejenak
mereka tak berkata
-kata , karena begitu indah mengingat memory
masa lalunya, RIO segera
membalikan badan nya
dan duduk berdampingan,tangann RIO
menggenggam tangan PUTRI
seraya berkata
“ PUTRI sayang,
abang tidak akan
meninggalkan mu “
dengan lirih
PUTRI berkata “ kan
abang mau menikah
sama SINTA “
RIO “
iya tapi abang
janji akan memperjuangkan kamu “
mata
PUTRI yang tajam
mulai berkaca -
kaca .
PUTRI
“ terkadang aku
bahagia bersama abang, tetapi sering
kali kebahagiaan itu
lenyap ditelan waktu, PUTRI
sudah terbiasa kehilangan
abang “
RIO “
maafin abang PUT, bukan
maksud abang ninggalin
kamu tetapi keadaan
lah yang memaksa
abang demikian “
Mereka saling menatap
dengan penuh keharuan,
RIO membelai rambut
PUTRI , PUTRI pun
menyandarkan kepala nya di pundak
RIO , hari yang semakin
gelap membuat mereka
terlena, tangan RIO menyentuh
dagu PUTRI, RIO mencium bibir
PUTRI dengan penuh
perasaan, desah nafas PUTRI
yang begitu pelan,
membuat JANTUNG RIO
berdebar, mata PURTI
yang terpejam, menyambut ciuman
RIO, dan PUTRI melumat
bibir RIO dengan
penuh perasaan, mereka saling
bercumbu melepaskan hasrat
nya yang begitu
menggebu . hari mulai gelap.akhir
nya mereka segera
pulang.
Dalam
perjalanan pulang, PUTRI
mendekap tubuh RIO dengan
perasaan cinta kasih
yang teramat dalam,
dua insan yang
sedang di mabuk
asmara, sudah sepuluh
bulan menjalin cinta
yang putus nyambung,
yang sering kali
terpisahkan oleh gelombang kehidupan
yang mendera, hubungan mereka
kerapkali di selimuti berbagai
macam masalah, namun keduanya
sangat menikmati dengan
alunan hidup yang
bervariasi, keduanya pasrah terhadap
keadaan, hidup mereka
mengalir seperti layak
nya air mengalir.
RIO menerima PUTRI
sebagaimana adanya, begitu
juga dengan PUTRI, menerima sosok
RIO sebagaimana adanya, hati
mereka sudah bersatu
dalam naungan cinta
dan kasih sayang , yang
penuh keikhlasan. Tanpa terasa, khir nya mereka
sampai di rumah PUTRI, mereka segera
turun dari motor. Sebelum RIO
pulang mereka saling
merangkul.
Rio “ PUT,
nanti abang kesini
untuk bantu – bantu pindahan
kamu, karena SINTA akan
segera mentransper uang
nya kepada pak
KODIR , sekarang abang mau
langsung pulang “
PUTRI “ hati
- hati
bang bawa motor
nya, awas jangan ngelamun
“
RIO “
iya sayaaang “
setelah
RIO mencium kening PUTRI,RIO
segera pulang dan
memacu motor nya
dengan perasaan lega. Dan
sebelumm pulang ke
KOST an nya RIO, segera
mengembalikan motor kepada
teman nya, dan
RIO yang masih
mengenakan seragam putih
satpam satpam yang
terbungkus jaket kulit
cokelat, berjalan menyusuri gang
kecil ke KOST
an nya.
Sekarang
beban hidup RIO
tidak terlalu berat,
satu persatu masalah
demi masalah di selesaikan
nya, dengan perasaan
lega, RIO langsung
mandi dan segera
menunaikan shalat isya, setelah itu RIO
bersujud syukur, RIO
menyadari keagungan tuhan,
walau selama ini , RIO
banyak kehilangan, tetapi RIO
sangat BERSYUKUR karena
ternyata penggntinya lebih
besar dan lebih
bermakna, RIO mendapatkan
sekaligus dua cinta
wanita yang sangat
baik, dan RIO menyadari
bahwa cinta itu
sendiri tidak bisa di
nilai dengan apapun. Dalam
keadaan pasrah RIO berdoa
“ YA
ALLAH, ampunilah segala dosa
yang hamba perbuat,
kuatkanlah hamba memikul
beban hidup hamba, hanya
kepada engkau lah hamba memohon pertolongan, hanya kepada
engkaulah hamba akan
kembali, hanya kepada
engkaulah hamba bersyukur
atas segala nikmat
dan karunia yang
engkau limpahkan kepada
hamba, ya ALLAH yang
maha agung BERKAHILAH
setiap langkah hidup
hamba, AMIIIN,,….. AMIN….. YA
ROBBAL ……ALAMIIIN.
Setelah
itu RIO mengisi
malam nya yang
belum di serang kantuk,
RIO menyalakan computer
nya yang tersisa
sebagai harta nya, RIO
mencurahkan segala isi hatinya
dan mencoba untuk belajar
menulis novel yang diberi
judul “ KETIKA CINTA HARUS
BERAKHIR “ RIO menuangkan seluruh
sejarah hidup nya
dalam novel itu. Malam
semakin larut, namun
RIO masih asik dengan computer
nya.
Disaat yang bersamaan,
SINTA yang sedang
dilanda rindu terhadap
RIO, belum juga
diserang kantuk, akhir nya
SINTA membuka LAPTOP APEL
nya dan memulai
untuk melanjutkan cerita
hidup nya yang
jauh - jauh hari
sudah di mulai, SINTA menulis
novel kehidupan pribadi
nya yang di
beri judul “ DI SAAT
CINTA MENYAMBUT SENJA
“ novel tersebut di
tujukan kepada perjuangan
dirinya dalam meraih
cinta dalam usia
yang sudah mulai senja,
setelah sekian lama SINTA
mendambakan cinta, setelah
perceraian dengan
suami nya, berbagai jalan
SINTA tempuh untuk
mendapatkan RIO sang
pujaan hatinya. Tanpa mereka
sadari , ternyata
mereka memiliki kesamaan
hobby, sementara keduanya
tidak saling mengetahui.
Setelah mengantuk, barulah SINTA
tidur, begitu juga dengan RIO, mulut
nya sudah berkali
- kali menguap dan
RIO segera tidur karena
besok pagi harus
berangkat kerja.
Sepulang
kerja RIO, pergi ke
rumah SINTA dengan
menggunakan kendaraan umum, RIO
berjejal dalam angkot
dengan sesama karyawan
GSI yang sama – sama
mau pulang ke arah
SUKABUMI , RIO berganti dua
kendaraan angkutan umum
untuk sampai ke
rumah SINTA, tidak
lama kemudian RIO
sampai di rumah
nya SINTA.
RIO langsung
menekan tombol bell , sudah
berkali –kali RIO menekan
tombol bell namun
tidak ada juga
yang keluar rumah
untuk membuka pagar ,akhir nya
RIO duduk di atas
tembok menunggu pagar
nya ada yang
membuka, setelah setengah
jam RIO menungu, tapi belum
juga ada yang
membuka pagar, RIO kembali
menyulut rokok nya, benak
nya mengatakan
“ pada
kemana yah SINTA
dan pembantu nya “
tapi RIO
penasaran dengan menekan
tombol bell nya
sekali lagi, tapi tetap
tidak ada yang
keluar, hari semakin gelap, sudah
hampir dua jam
RIO menunggu, tiba - tiba
kumandang adzan magrib sudah
terdengar, karena RIO sudah
merasa kesal, RIO
memutuskan untuk kembali
pulang.
Baru
saja RIO melangkahkan
kan kaki nya,
tiba - tiba RIO
merasa silau oleh
sorotan lampu mobil
fotuner putih yang
berada di depan
nya, ternyata mobil SINTA
bersama pembantu nya sehabis
belanja. SINTA merasa karena
di depan mobil
nya adalah RIO , SINTA
langsung turun menghampiri
RIO sementara bi
ipah langsung membuka
pagar rumah nya. SINTA
menyalami RIO sambil
berucap
“
RIO, kamu menunggu
lama yah ? ayo masuk.
RIO dan
SINTA segera masuk .
RIO
“ eh
SIN aku mau
shalat magrib dulu,
dimana yah “
SINTA “ di situ
ada ruangan shalat
“
RIO segera
mengambil whudu dan
SINTA pun segera
menyusul, untuk shalat
berjamaah. Setelah shalat
magrib, RIO kembali ke ruangan
tamu, tidak lama kemudian
SINTA menyusul untuk
mengajakak RIO makan
bersama, sementara bi
ipah menyiapakan untuk
makan mereka , mereka pun
makan saling berhadapan , sambil berbincang.
SINTA “
RIO, kamu dari jam
berapa nunggu di depan
“ RIO “
ya sekitar jam
16 “
SINTA “
oh ya RIO, gimana
keputusan PUTRI “
RIO “ iya
, aku sudah meminta
nomor rekening pak
KODIR, bersama PUTRI ”
SINTA “
oke, besok uang
nya akan aku
transper “ .
setelah makan
mereka melanjutkan perbincangan
nya di ruang tamu.
SINTA
“ oh
ya RIO, nanti kita
menikah di rumah saja,
kamu beritahu saudara
- saudara kamu
dan akupun akan
memberi tahu saudara
- saudara aku “
RIO “
tapi keluarga aku
sangat jauh - jauh,
yang paling dekat
paling hanya di
CIANJUR “
SINTA
“ emang
siapa yang di CIANJUR
? “
RIO
“ itu bibi,
adik nya almarhum bapak
aku “
SINTA “ ya
ga apa – apa, beritahu
dia , bila perlu nanti
sama aku kesana
sekalian berkenalan, terus kamu
segera pake HP
lagi biar gak kaya
tadi kamu harus
nunggu, kalau ada telphon
kan , tinggal telphon “
RIO “ iya
sekarang karena sudah malam, aku
mau pulang dulu “
SINTA “ pulang
nya biar aku
antar “
RIO “ ga
usah SIN
biar aku naik
angkot aja “
SINTA “
ga bisa, masa
calon suami aku , di
biarin naik angkot sih “
dan
RIO tidak bisa
menolak kemauan SINTA.
Beberapa
hari kemudian, RIO ke
rumah kontrakan PUTRI,
untuk membantu pindahan, karena uang
nya sudah SINTA
transper ke
pak KODIR. RIO
sebelum ke rumah
kontrakan PUTRI terlebih
dahulu, memeriksa rumah
PUTRI, untuk memastikan sudah
kosong apa belum,
ternyata, rumah PUTRI
sudah di tinggalkan penghuninya. Tidak lama
kemudian RIO sampai
di rumah kontrakan PUTRI, dan
PUTRI menyambut RIO dengan
senyuman.
RIO “
PUT, barusan, sebelum
abang kesini, ternyata
rumah nya sudah
kosong , berarti sudah siap
kalau mau pindahan
sekarang. “
PUTRI merasa
bahagia, akan kembali ke
rumah nya “
PUTRI “
oh gitu ya
bang, baiklah PUTRI akan
segera beritahu bapak
dan ibu untuk
segera pindah.
Akhir
nya keluarga PUTRI
dengan bahagia segera
berberes - beres
untuk menempati rumah nya
kembali, disaat yang
lain sibuk beres -
beres, RIO pun tak
ketinggalan, RIO segera membeli
segalon cat dan
mengecat bagian
depan rumah
yang sudah mulai
kusam. Di tengah kesibukan semua
keluarga PUTRI, RIO yang sedang mengecat,
tiba -
tiba pak HASAN
pingsan.
PUTRI yang sedang
menyapu lantai, merasa kaget
dan segera memberitahu
RIO, bu FATIMAH yang
baru saja bahagia
bisa berkumpul lagi di
rumah nya, mendadak sedih ,
pak HASAN segera
di larikan ke rumah
sakit SAYANG CIANJUR.
RIO segera menenangkan
PUTRI yang menangis, di
rumah sakit RIO memeluk
PUTRI yang sangat
sedih,ternyata pak HASAN
harus di rawat, PUTRI segera
diantar RIO pulang,
karena kedua
adik nya menuggu
di rumah, sementara bu FATIMAH
menuggu di rumah
sakit.RIO “ PUT, ini nomor HP abang, kalau ada apa- apa telphon
abang yah “ PUTRI “ iya
bang “ Karena malam
sudah semakin larut, akhir
nya RIO pulang.
Sore - sore, RIO baru
saja pulang kerja
tiba- tiba dapat
telphon dari SINTA , SINTA
akan menjemput RIO
untuk pergi ke
rumah bibi nya
RIO , yang berada di
CIANJUR , tidak lama
kemudian SINTA datang
ke rumah KOST
an RIO, waktu itu
RIO sedang berada
di depan computer nya, SINTA
langsung masuk dan
sama - sama
memandang computer yang di gelar di
bawah dengan meja
pendek.
RIO
“ kok
cepet yah dari
rumah kamu kesini, pasti kamu
bawa mobil kenceng
banget”
SINTA
“ ah biasa aja
kok, tapi kebetulan
ga macet , gimana sudah
ke rumah PUTRI
? “
RIO “ sudah
SIN, mereka sudah
pindah, tapi baru saja
mereka bahagia, eh tiba
- tiba bapak nya PUTRI
pingsan dan langsung
di bawa ke
rumah sakit SAYANG CIANJUR “
SINTA “ memang
nya bapak ya
PUTRI kenapa ? “
ya gak
tahu, tapi sebelum nya juga sudah
saki – sakitan “
SINTA
“ kalau begitu,nanti
sepulang dari rumah
bibi kamu, kita sekalian
menjenguk “
RIO
“ duh
SIN , bukan nya gak
boleh, memang maksud
kamu baik, tapi
PUTRI bukan malah
senang melihat kita
yang mau menikah, kehadiran kamu
akan membuat nya semakin
menderita “
SINTA “
iya yah, PUTRI
begitu mencintai kamu
“
RIO “
yuk kita berangkat
,biar pulang nya
tidak terlalu malam.
Akhir
nya merekapun berangkat
ke CIANJUR . dan
didalam mobil mereka
melanjutkan perbincangan nya
.
SINTA “
RIO, gimana kalau
pernikahan kita kita
laksanakan hari minggu
? “
RIO “
iya boleh, aku ikut
aja dengan keputusan
kamu , kalau begitu aku
mau segera meminta cuti
selama 4 hari “
SINTA “ aku
juga RIO, terus kamu
undang rekan kerja
tidak ? “
RIO “ ya
paling sebagian aja
teman -teman dekat
”
tidak lama
kemudian mereka sampai di
rumah bibi nya RIO. Mereka
langsung turun dari
mobil . RIO lansung
mengetuk rumah bibi
nya, dan tidak lama
bibi nya pun
langsung membuka pintu.
BIBI “
eh nak RIO, silahkan
masuk “
RIO “
bi, kenalkan ini
calon istri RIO,
mereka pun
duduk .
BIBI “ RIO,
kapan atuh menikah
nya ,lebih cepat lebih
baik “
SINTA “
insya ALLAH bi, nanti hari
minggu, kita kesini sekalian
mau ngundang bibi “
BIBI
“ oh
syukur kalau begitu, insya ALLAH
BIBI mau datang, sebentar yah
bibi ambil minum dulu
“
RIO “ gak
usah repot – repot bi , kami gak
lama kok masih
ada keperluan yang
lain. Merekapun segera pulang.
=======================***=======================
Dalam
perjalanan pulang, mereka kembali
berbincang di dalam mobil.
SINTA “
RIO, kalau kita sudah
nikah nanti berarti
kamu tinggal di
rumah aku yah
“
RIO
“ ya
sudah pastilah sayang
“
SINTA “ aku
sudah tua RIO, apa
masih mungkin aku
masih bisa punya anak “
kamu kan
dokter,pasti tahu dong “
SINTA “
iya sih, kemungkinan masih
bisa punya anak
ada, hanya kalau di usia tua
biasanya terlalu riskan untuk
mengandung, tapi biarlah pokok
nya aku ingin
punya anak laki – laki
“
RIO “
emang kenapa ingin punya anak laki -laki ?
“
SINTA “ ya
biar ganteng kayak bapak
nya “
RIO “
enggak ah malah aku
pengen punya anak perempuan “
SINTA “ emang nya
kenapa ? “
RIO
“ ya
biar cantik kaya mama nya, oh iya
SIN kamu kenal
ga sama dokter EVA ?
“
SINTA “ dokter
EVA yang mana ?
“
RIO
“ itu
dokter yang cantik
yang tugas nya
di pabrik tempat
aku kerja “
SINTA “ enggak
tuh, RIO kan dokter
itu banyak, emang dia
cantik ? “
RIO “ iya
sih cantik Cuma
agak centil, lagian
lebih cantik kamu
kok “
Tanpa
terasa akkhir nya mobil
sudah sampai di
depan gang KOST an
RIO. Sebelum turun RIO
mencium kening SINTA
dengan mesra.
RIO “
sayang aku turun
disini , hati hati yah
bawa mobil nya
ga usah ngebut “
SINTA “
oke beb, sampai
besok yah “
RIO segera
turun dan SINTA
kembali menancap gas
nya.
=======================***=======================
Hari berganti begitu
cepat, akhir nya hari
minggu yang dinanti
- natikan SINTA
datang juga, RIO
pagi - pagi sudah siap
beserta keluarga dan
rekan kerja nya
yang akan mengantar
ke pernikahan nya, disatu
sisi RIO bahagia
karena akan menikah.
tetapi disisi
lain RIO bersedih
teringat janjinya yang akan
menikahi PUTRI, serta memikirkan
PUTRI yang mungkin
masih menunggu bapak
nya di rumah sakit, sekitar jam
8 wib RIO
beserta rombongan keluarga
sudah berangkat, dan jam
9 wib rombongan
RIO sudah sampai
di rumah SINTA, pernikahan ala
sunda segera di gelar.
RIO yang mengenakan
stelan jas putih , bersanding di
pelaminan DENGAN sinta
yang mengenakan gaun
putih, mereka saling berpegang
tangan menyambut para
tamu undangan , senyum bahagia
terpancar dari wajah cantik nya
SINTA, karena hari ini merupakan
titik tolak kemenangan
nya, atas segala apa
yang selama ini di
perjuangkan nya. Mereka pasangan
yang serasi, begitu
syahdu ketika SINTA
mendengar ikrar yang
dilantunkan RIO.
PUTRI
yang kerepotan mengurus
kedua adik, harus
bolak – balik ke rumah
sakit bergantian dengan
ibunya, sementara keadaan pak
HASAN semakin kritis, bukan malah
membaik seperti apa
yang di harapkan
PUTRI dan bu
FATIMAH, PUTRI semakin kurus, wajah
cantik nya tertutup
oleh keberadaan hatinya
yang sedang redup, namun
PUTRI tidak punya
pilihan lain selain
pasrah dan menerima
apapun yang harus
ditelan dalam kehidupan
nya.
Sementara
RIO yang habis
melangsungkan pernikahan nya, siang
itu baru bangun
dengan SINTA , maklum
pengantin baru semalam
bertempur habis - habisan, saling melepaskan
hasrat nya, ketika
RIO dan SINTA
sedang makan siang, tiba - tiba
telephone RIO berbunyi,
ketika dilihat ternyata
PUTRI yang telphon
mengabarkan bahwa bapak
nya meninggal dunia
di rumah sakit.
Mendengar kabar itu
RIO sangat kaget, RIO segera menghentikan
makan nya.
SINTA “
telphon dari siapa
pah ? “
RIO “
dari PUTRI mah,
bapak nya meningggal dunia di
rumah sakit “
SINTA
“ inna lillahi wainna illaihi
rooojiun “
RIO “
papah akan segera
kesana mah, mama tunggu
aja yah “
SINTA “
gak mau pah,
mama ikut “
RIO
tidak bisa menolak
permintaan istri nya. Akhir nya
mereka berdua langsung
meluncur dengan FORTUNER
PUTIH Nya ke rumah sakit
SAYANG CIANJUR . tidak lama
kemudian mereka sampai, dan
dijumpai nya PUTRI
sedang menagis meronta – ronta, RIO segera
merangkul nya di
hadapan SINTA “ SINTA
yang merasa cemburu
namun memahami kondisi
yang sedang di alami
PUTRI, mereka mengiringi mayat
pak HASAN untuk
segera di bawa
ke rumah nya.
Setelah
di rumah nya,
RIO langsung ikut mengajikan nya, dengan
bersila di hadapan mayat
yang sudah terbungkus
kai n kafan, sementara PUTRI
yang belum habis
kesedihan nya kembali
mengamuk, SINTA segera
merangkul nya dan mengusap –
usap rambut PUTRI
sambil menenang kan
nya. PUTRI yang berada
dalam pelukan SINTA
merasa sedikit terobati
, dan setelah keadaan
PUTRI tenang, SINTA pun
dengan ramah mengajak
PUTRI berbicara.
SINTA “ sabar
PUTRI , semua ini adalah cobaan, kamu
harus kuat dan
harus sabar”
sampai ke
pemakaman SINTA tidak
melepaskan pelukan nya
kepada PUTRI, karena bagaimana pun juga SINTA
merasakan kesedihan PUTRI
yang datang bertubi – tubi, SINTA sangat
menyadari kesedihan PUTRI
yang begitu dalam.RIO
terharu melihat keakraban
mereka, sehingga tak
sadar RIO pun
menitikan air mata.
Tetapi
kendatipun demikan , RIO harus
tetap pulang bersama
istrinya SANTI, walau hati RIO sangat berat
meninggalkan PUTRI, namun apa
daya RIO tidak
sanggup berkata - kata, di sepanjang perjalan pulang
mata RIO berkaca - kaca, melihat PUTRI
yang begitu sering
mengalami kesedihan, sampai akhir
nya SINTA pun
terbawa melihat RIO
yang terdiam seribu
basa, SINTA pun larut
dalam kesedihan, sampai mereka
tiba di rumah, mereka
tidak sepatah kata pun
berbicara.
Ke esokan
harinya di pagi hari
yang cerah mereka berdua
sedang menikmati minuman
hangat nya sambil bercengkrama.
SINTA “
pah, sekarang kan kita
masih cuti, tadinya mamah
mau ajak papah ke
ANCOL, tapi mama yakin ,
papah gak bakalan mau , gimana kalau
kita ke rumah
PUTRI “
RIO “
duh mama ini,
gimana sih, udah jelas
PUTRI sedang menderita,
terus kita tambah
lagi penderitaan nya
dengan kedatangan kita , jangan
lah mah “
SINTA “
atau mama aja
sendiri deh yang
kesana “
RIO “ nah
kalau begitu bagus, papa
di rumah aja mau lanjutin menulis “
SINTA akhir nya berangkat
sendiri menjenguk PUTRI
yang masih berkabung. Tidak lama
kemudian SINTA pun
tiba di rumah
PUTRI yang masih
ada tamu bergantian
datang.PUTRI sangat kaget
dengan kedatangan SINTA
yang hanya sendiri tanpa
di damping RIO. SINTA
langsung menemui , PUTRI
yang sun tangan
kepada SINTA membuat
hati SINTA TERSENTUH, dan SINTA
langsung memeluk dan
mencium kening PUTRI.
PUTRI “
silahkan duduk, sebentar
yah saya ambilkan
minum “
SINTA “
gak usah repot -
repot PUTRI “
PUTRI
segera mengambil air
minum untuk SINTA .dan
setelah itu PUTRI duduk
berhadapan dengan SINTA . PUTRI berkata
denga lirih
“
mana pak
RIO nya kok, ga
ikut “
walau pun
PUTRI sangat cemburu
terhadap SINTA, tapi PUTRI
sanggup menyembunyikan
kecemburuan nya .
SINTA “
dia tidak ikut,
katanya masih ada kerjaan
“
PUTRI “
ayo dong mba,
segera punya anak , biar
PUTRI ikut merawat
nya “
lagi
- lagi ucapan
PUTRI menyentuh perasaan
SINTA “
SINTA “
iya mudah -
mudahan cepet PUT,”
PUTRI “ oh iya
mba maafkan saya,
saya belum sempat
mengucapkan terima kasih
atas pertolongan nya menebus
rumah ini, terima kasih banyak
ya mba “
SINTA “ iya
PUTRI , tapi
tidak usah berterima
kasih sama saya , berterima kasih
lah sama ALLAH, semua
itu adalah pertolongan
nya, mungkin kalau saya
hanya sebagai perantara
saja”.
PUTRI “
maafin juga , saya tidak
bisa hadir dalam
pernikahan mba, namun
saya hanya bisa
mendoakan dari jauh,
semoga mba sama
pak RIO selalu
bahagia, dan menjadi keluarga
yang sakinah, mawadah dan
warohmah “
SINTA “ ammiiiinnn
PUTRI, mulai hari ini
jangan panggil saya mba, panggil saja
kaka, karena secara jujur
saya sudah menganggap
kamu adik “
PUTRI “
terima kasih banyak, sudah menganggap
saya adik, karena kebetulan
saya tidak punya kaka. SINTA sangat
terharu dengan penuturan
PUTRI yang begitu
polos dan lapang, padahal SINTA
tahu, hati nya
sedang hancur berkeping.
SINTA langsung memeluk
PUTRI sambil menangis.
SINTA “ PUTRI
maafkan kaka, mungkin
selama ini kaka
salah sama kamu “
PUTRI “
tidak ada yang
perlu di maafkan ka,
semua nya sudah
berjalan di atas taqdir
kehidupan, kita tidak pernah
tahu apa yang
akan terjadi, tugas hidup kita
hanyalah pasrah dan
berserah diri kepada
sang ILAHIROBBY. “
=======================***=======================
Sebelum pulang ,
SINTA tak mampu
lagi berkata – kata, mereka
hanya berpelukan mesra
seperti layak nya adik
dan kaka yang
saling melepas kerinduan nya.
SINTA “ PUT,
kaka pulang dulu
yah, baik – baik di rumah”
dan SINTA
memasukan uang lima
juta ke kantong baju
PUTRI .
PUTRI “
kaka ini apa an pake
ngasih uang segala “
SINTA “
sudahlah “ PUTRI “ terima
kasih ya ka, hati
- hati nyetir
mobil nya ka “
SINTA langsung
pulang . dan ketika
sampai rumah, didapati nya
RIO sedang tidur, SINTA
yang mengambil minuman
dingin nya dalam
kulkas dan SINTA duduk
seorang diri di
ruang tamu. SINTA
merenung ingatan nya
kembali kepada PUTRI, dan benak nya mengatakan “
pantas RIO sangat
mencintai PUTRI, PUTRI
orang nya sudah
cantik, putih, baik polos
lagi, aku juga jadi
sayang kepadanya. Disaat SINTA
sedang merenung tiba-
tiba RIO terbangun
dan segera mencuci muka, lantas
turun dari kamar
nya.
RIO
langsung membuat kopi
ke dapur, tanpa tahu
kalau SINTA sejak
dari tadi berada
di ruang tamu , setelah
membuat kopi RIO langsung ke ruang tamu
dan didapati nya SINTA
sedang sedang duduk
termenung.
RIO “
kok mama udah
pulang , sepertinya lagi merenung
ma ? “
SINTA “
iya pah , tadi pas
mama lihat papa
sedang tidur, mama
gak berani bangunin“
RIO “
mama pasti cape
yah, sini kaki
nya papa pijitin,
RIO memijit kaki
SINTA yang putih
dan berbulu “
SINTA
“ pah
nanti kan papah
masuk kerja, papah
aku beliin mobil
yah buat papah
berangkat kerja ! “
RIO “
ga usah mah, papah
belum siap bawa
mobil ke pekerjaan
“
SINTA “
emang nya kenapa pah “
RIO “
ah papah malu
aja “
SINTA
“ atau
kalau gak mau
mobil motor aja
deh yah, papah
seneng motor sih
ketimbang mobil “
RIO “
iya deh kalau
motor mau “
SINTA “ ya
udah besok papah
tinggal pilih motor
yang papah suka “
SINTA “
pah, PUTRI orang nya
baik ya pah, mama
jadi suka sama dia “
RIO “ ya
emang baik mah, sama aja
kaya mama, baik “
SINTA “ lain
kali mama ingin
mengajak dia kesini
“
RIO merasa
kaget, “ emang nya mau
apa mah, jangan
dong mah kasin dia “
ditengah cengkrama
akhir nya mereka
berdua teridur diatas sopa
yang begitu empuk.
=======================***=======================
Tanpa
terasa pernikahan mereka sudah berjalan
4 bulan, SINTA sedang hamil
3 BULAN, sementara RIO berada
dalam kebimbangan, RIO merasa
bersalah kepada PUTRI
karena selama ini
sudah meninggalkan dan
menelantarkan nya. Sementara PUTRI
selalu menolak setiap
lelaki yang menggodanya, entah berapa
puluk lelaki yang
mengajak PUTRI nikah,
termasuk atasan kerjanya
yang bernama pak indra.
Padahal dia termasuk
exsekutiv muda dan
masih lajang, tapi tetap PUTRI
tidak membalas cinta
nya, dalam hati
PUTRI telah tertanam
begitu dalam, yang ada
hanyalah RIO seorang. Suatu PUTRI
sedang merenung di
kamar nya sambil mendengarkan
alunan music NICKI
ASTRIA, tiba - tiba
angan nya melayang
jauh teringat kepada
RIO.
PUTRI sangat ingin
menelphon nya, tetapi
sudah di cekam ketakutan
terhadap SINTA yang
sudah diangggap sebagai kaka nya. Dalam waktu
yang bersamaan RIO
pun sama, kerinduan nya kepada
PUTRI sudah tidak
bisa di bending lagi, RIO
selalu terbayang dengan
sorot pandangan mata
PUTRI yang begitu
tajam, RIO paling menyukai mata
PUTRI, sorot matanya tajam tetapi
teduh, tanpa pikir panjang
setelah pulang kerja RIO
langsung meluncur ke
CIANJUR dengan memacu motor
nya sangat cepat .
Jarak
CIANJUR begitu dekat
yang ditempuh dengan
motor ninja 250
cc. tidak lama RIO
sudak berada di
depan pintu rumah
PUTRI, RIO langsung
mengetuk nya, dan
PUTRI segera membuka,
setelah pintu dibuka, PUTRI kaget
dan tak kuasa
meluapkan kebahagiaan nya,
PUTRI langsung memeluk
RIO begitu erat, dan
mereka berpindah ke ruang
tamu.
RIO “ PUTRI
, abang ga tega
melihat kamu begini
terus, selama ini abang
berharap kamu sudah
menikah ”
PUTRI “
tidak bang walaupun
banyak lelaki yang
menginginkan PUTRI, PUTRI hanya
punya abang seorang “
RIO
“ iya
tapi kan harus
sampai kapan kamu
menyiksa diri, mungkin
kita tidak berjodoh
sayang, sudahlah kamu
segera menikah, bila perlu
abang yang akan
cariin lelaki buat
kamu “
PUTRI semakin
erat memeluk RIO
dan terus menerus
menciumi RIO.
PUTRI
“ aku
tidak akan menikah
dengan siapapun selain
dengan abang, sesunggguh nya
abang milik PUTRI
bukan milik SINTA , tetapi PUTRI
juga sadar, kenapa abang
begitu mencintai SINTA,
karena SINTA selain
cantik dia pun
sangat baik, jika bukan
kak SINTA yang
memiliki abang, mungkin sudah
sejak dulu wanita
itu akan aku labrak “
Karena keasikan berbincang
dengan PUTRI akhir nya
RIO lupa waktu
pulang, akhir nya RIO terlambat
pulang begitu lama, ketika
RIO pulang ,didapatinya SINTA
sudah tidur diatas
sopa, rupanya SINTA menunggu
RIO pulang. RIO
segera mengangkat tubuh SINTA
yang sedang hamil , namun SINTA
terbangunkan.
SINTA “
pah kok baru
pulang segini malam
nya “
RIO segera
mengalihkan pembicaraan
SINTA “ ternyata
mamah berat juga
yah “
dan RIO
membaringkan tubuh SINTA
diatas kasur.
SINTA “
dari mana dulu
pah ? kan
biasa nya papah
jarang terlambat pulang
“
RIO tidak
cepat menjawab, karena harus menjawab
apa. RIO takut
nya jujur salah
dan bohong pun
salah.
SINTA “
papah bingung menjawab yah, sebetul
nya mama tahu,
karena perasaan wanita
itu sangat peka, papa
pasti habis dari
rumah PUTRI “
RIO hanya tertunduk
malu tanpa kata.
SINTA “
mama juga kangen sama
PUTRI, tolong besok
ajak PUTRI kesini,
ada sesuatu yang
penting yang ingin
mamah sampaikan sama
PUTRI “
RIO terheran
- heran, dalam
benak nya berkata
“ ada apa
yah , jangan -
jangan PUTRI mau
dimarahi karena merusak
rumah tangga “
RIO “ engga
deh mah, papah gak
mau “
SINTA “
pah, papah jangan
curiga dulu, ini
kabar baik buat
PUTRI, pokok nya besok
sore sepulang papah
kerja jemput dia. Udah
yah mama mau
tidur dulu “.
Seperti
biasa RIO berangkat
kerja, dan setelah
sampai di pekerjaan, RIO
segera menelphon PUTRI, memberitahukan bahwa
nanti
sore RIO akan
ke rumah nya. Di
Pekerjaan RIO sedikit
gelisah, karena belum
tahu apa yang
akan disampaikan SINTA
kepada PUTRI.
begitu juga dengan
PUTRI, dia merasa
gelisah setelah mendapat
telphon dari RIO. Waktu
yang begitu cepat
berjalan, akhir nya RIO
sudah waktu nya pulang,
RIO ingin segera
menemui PUTRI, RIO memacu
motor ninja nya
yang 250 cc
itu dengan kecepatan
tinggi, semua kendaraan
yang ada di depan
nya disalip nya dengan
lincah.
Dalam kegelisahan nya,
PUTRI yang menunggu
kedatangan RIO, akhir nya
kegelisahan nya buyar
setelah RIO mengetuk
pintu rumah nya.
RIO “ eh
PUT, sedang apa ?
PUTRI “
sedang mikirin abang
“
RIO “ PUT, cepetan
yuk SINTA katanya
kangen sama kamu
dan katanya ada
sesuatu yang penting
yang mau disampaikan ke
kamu, lagian nanti
pulang nya biar gak
terlalu malem “
PUTRI “ emang
mau nyampein apa
bang ? “
RIO “
justru itu PUT, abang
juga gak tahu “
akhir nya mereka segera
berangkat.
Mereka tidak mampir
sana - sini dulu, melainkan motor
RIO terus melaju, dan
ketika sampai rumah,
dilihat nya SINTA
sedang santai duduk
sambil mengusap - usap
perut nya yang
semakin membuncit. PUTRI dengan
sedikit gemetar menghampiri
SINTA sembari suntangan,
SINTA menatap wajah
PUTRI yang semakin
hari semakin cantik, lalu
SINTA berdiri dan
memeluk PUTRI, sementara RIO yang
menyaksikan mereka sedemikian
akrab nya menjadi heran
dan hanya diam termangu.
PUTRI “
apa kabar ka
“
SINTA “
Alhamdulillah baik sayang
“ mereka duduk
berdampingan “
SINTA “
sebetul nya , hal ini
jauh - jauh hari
kaka ingin menyampaikan
nya sama kamu,
namun waktu itu
kaka belum merasa
siap, karena sekarang kaka
sedang mengandung , dengan sepenuh
hati kaka, kaka
ikhlas dan sekaligus kaka
merestui pernikahan kalian
” mendengar hal itu jantung
PUTRI terasa seakan
mau copot, karena saking
bahagianya, begitu juga
dengan RIO yang
menarik nafas panjang dan
mengeluarkan nya dengan
sangat lega.
Dalam
kebahagiaan yang teramat
sangat PUTRI menjadi
sangat terharu dengan
ketulusan SINTA,sambil menangis
PUTRI memeluk SINTA
dengan penuh ketulusan
.
PUTRI
“ terima kasih ka,
PUTRI sangat sayang
sama kaka “
SINTA “
maafin kaka yang
selama ini egois, hingga suatu
hari kaka memposisikan
jadi kamu, betapa
menderitanya hidup kamu, kamu
bertubi – tubi mendapat ujian
yang berat, tetapi kamu
tetap tegar, kini RIO
milik kita berdua
“ .
dalam luapan
kebahagiaan nya RIO
tidak sangggup berkata
-kata.
SINTA “
kapan akan nikah
nya ? tapi
menurut kaka, lebih
cepat lebih baik.
PUTRI menciumi
perut sinta seraya
berkata
“
ayo dong dede
bayi cepet lahir, PUTRI
pun ingin mengangap
sebagai anak PUTRI
sendiri.
Akhir nya kemenangan
bagi PUTRI yang
sabar pun tiba, mereka
menikah yang di hadiri
SINTA, mereka begitu syahdu
dalam ikatan yang
sacral ,terlebih lagi
bagi PUTRI yang
sangat menyentuh perasaan
nya yaitu ketika
mendengar ucapan RIO
yang diawali denga
BASMALAH dan DUA
KALIMAH syahadat, serta ikrar yang
mengagumkan, PUTRI menangis dalam
rangkul nya, semua beban
yang selama ini
menghimpit hidup nya,
kini lenyap sudah. Pernikahan yang
diselenggarakan di rumah
PUTRI yang sederhana,
membuat suasana menjadi
indah, dan SINTA pulang
menjelang sore dengan
saudara nya yang
menjadi sopir nya.
Kedua
mempelai sangat bahagia, setelah melewati
berbagai macam rintangan, sore yang sudah berganti
malam, para tamu pun
sudah pada pulang, mereka memadu
kasih dan melampiaskan
hasrat cintanya yang
begitu memuncak yang
sekian lama terkubur
sangat dalam, malam
itu, dunia ini seakan
milik mereka berdua,
kalau yang lain
dianggap nya ngontrak,saking indah
nya mereka bercumbu
sampai lupa pada
segalanya.
Kini
RIO tinggal di dua tempat ,
RIO membaginya dengan
adil, satu minggu
di rumah SINTA
dan satu minggu
di rumah PUTRI, dan
baju seragam RIO
yang berlogo PGS, sebagian
di rumah SINTA dan sebagian
lagi di
rumah PUTRI. PUTRI dan
SINTA hidup rukun,
mereka saling menyayangi dan
saling mengunjungi, hingga tidak
terasa waktu berjalan
begitu cepat nya, akhir
nya SINTA melahirkan
anak perempuan yang
imut, SINTA dan PUTRI sangat
bahagia menyambut kedatangan
bayi yang lebih menghangatkan suasana
keluarga mereka, dan anak
perempuan itu di berinama TARI
yaitu kependekan dari
SINTA dan PUTRI,lengkap
nya TARI SATRIO.
Itulah
sebuah kemenangan puncak
hidup BENI SATRIO, yang
hanya seorang satpam, tetapi dengan
kesabaran nya sanggup
meluluhkan dua wanita
yang sangat cantik
dan shaleh, selain seorang satpam , kini RIO
pun menjadi seorang
NOVELIS , karena RIO
sudah merampungkan karya tulis
nya yang berjudul
“ KETIKA CINTA
HARUS BERAKHIR “
RIO mengakhiri cinta
nya terhadap wanita
manapun yang menggodanya,
setelah memiliki tiga
bidadari, menurut RIO ketiga
bidadari - bidadari itu
adalah kado special
dari tuhan nya
yang tiada lain
adalah ALLAH AJA
WAJALA.
SUKABUMI 4 SEPTEMBER
2016
SALAM BAHAGIA
ALLAN FAUZI RIZAL.
No comments:
Post a Comment