Thursday, September 15, 2016

SATU PECAH SERIBU

SATU PECAH SERIBU

   BERAWAL DARI YANG SATU
Kekuatan menulis berawal dari satu huruf, huruf adalah sebuah biji,bila pertama kali kita menuliskan satu huruf saja misalkan huruf " A " ketika anda tuliskan di atas kertas,maka dari huru "A" tersebut akan berkembang menjadi sebuah kata,dari sebuah kata akan berkembang menjadi sebuah kalimat,dari sebuah kalimat akan berkembang lagi menjadi sebuah faragraf, dan begitulah seterus nya, lama -lama akan membentuk sebuah buku yang tebal.
    kertas putih yang anda gunakan untuk menulis, ibarat tanah yang akan anda tanami, dengan sejumlah tanaman.semakin banyak anda menuliskan kata,maka dengan sendirinya kertas itupun akan penuh dengan huruf, karena huruf itu hidup berkembang dan bertambah banyak, sehingga kertas itupun menjadi penuh dengan untaian huruf. begitu juga dengan bibit tanaman yang di semai di atas tanah, bibit itu akan tumbuh,berkembang dan akan menjadi semakin banyak,sehingga memenuhi sebuah lahan yang anda persiapkan.
Semakin banyak menyemai , kemungkinan besar anda akan menuai lebih banayk. pertumbuhan bibit huruf yang kita semai di dalam buku, akan semakin cepat berkembang,jika anda terus memberikan peluang pada pertumbuhan kata tersebut, dengancara memperluas lahan tumbuh nya.
     Semakin lama pertumbuhan itu akan saling berdesak - desakan.itu semua tergantung kepada anda dengan seberapa luas anda mempersiapkan untuk lahan tumbuh nya,dan seberapa kuat anda melayani pertumbuhan nya. semakin kuat anda menulis, maka akan semakin kuat pula anda menerima ide yang meluncur secara drastis.begitulah konsef bertani di atas buku.
Jika kita bertani di atas lahan tanah,maka pena nya adalah cangkul, dan bibit nya adalah jagung,kedelai ,cabe, tomat dsb,tetapi kalau kita bertani di atas kertas, cangkul nya adalah pena dan bibit nya adalah ide yang berbentuk huruf.
      Sebetul nya antara penulis dan petani, ada hubungan pertalian yang sangat erat kaitan nya,keduanya sama -sama menanam dan menunggu berbuah,keduanya sama -sama bekerja dan menunggu hasil.seorang penuli akan mendapatkan pengetahuan baru,atas apa yang di tuliskan nya,sementara petani akan menghasilkan panen buah atas apa yang di tanam nya. konsef hubungan ini saya amati secara langsung, dan saya sekaligus terjun di kedua bidang itu, menulis merupakan hobby saya, begitu juga dengan bertani,itupun hobbby saya,kedua nya saya geluti secara bersamaan, saya menulis sambil bertani dan saya bertani sambil menulis.
Ketika saya hendak menanam tanaman, sebelum nya saya mengkaji dulu sfesifikasi tanaman yang akan saya tanam, lewat buku - buku literatur tanaman, barulah setelah itu saya memulai untuk bercocok tanam. setelah saya amati,dalam pertumbuhan tanaman itu tersirat tulisan yang bermakna, tanaman yang saya tanam itu memberikan sebuah gambaran atau tulisan, tanaman itu hidup dan seolah menerangkan. saya ambil contoh sederhana ,kita lihat dari tumbuhan jagung, setelah bibit jagung di semai,dalam 3 hari bibit jagung itu sudah terbelah,dan di hari ke 6 bibit jagung itu sudah mengeluarkan tunas, semakin hari tunas itu semakin memanjang, dan yang ke arah bawah membentuk akar yang menghunjam ke tanah, setelah itu tunas yang menjulur ke atas membentuk batang dan daun sementara tunas yang menghunjam ke bawah membentuk akar dan bercabang,secara bersamaan pertumbuhan itu terus berlangsung, sampai akhir nya tumbuh tingggi dan berbuah. begitulah ilustrsinya.
     


No comments:

Post a Comment